Kehadiran internet di Indonesia dianggap memberi banyak dampak positif terhadap kemajuan ekonomi maupun sosial masyarakat.
Mayoritas netizen menilai, teknologi membantu mereka bekerja dan belajar, juga mempermudah memulai bisnis maupun mencari produk dengan harga termurah ketika akan berbelanja.
Dalam jajak pendapat yang dilakukan mulai dari tanggal 17 Desember 2014 sampai dengan 1 Januari 2015 tersebut sebanyak 85% pengguna internet di Indonesia merasa yakin bahwa teknologi personal mampu membantu inovasi bisnis. 84% juga merasa teknologi personal dibutuhkan untuk memulai bisnis baru, serta 84% yakin teknologi personal dapat meningkatkan peluang ekonomi.
Bisnis online menawarkan berbagai kemudahan. Antara lain tidak perlu modal besar karena sistem transaksinya adalah bayar dulu baru barang dikirim.
Kemudian, promosi pun lebih mudah dilakukan lewat jejaring sosial sebagai platform marketing gratis. ”Bahkan Kepuasan konsumen pun langsung dapat diketahui dari testimoni para pembeli, sehingga menjadi referensi bagi pembeli lain. Dan yang terpenting adalah bisnis ini tidak membutuhkan sewa tempat atau kios.
Bisnis online perorangan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat seiring semakin banyaknya masyarakat yang terjun pada bidang ini. Meski demikian, banyak keluhan minimnya kebijakan atau dukungan pemerintah yang memfasilitasi bisnis online yang sifatnya mandiri/perorangan.
Pertumbuhan e-commerce di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir juga membuat konsumen lebih adaptif untuk misalnya membanding-mandingkan harga barang dan mencari nilai harga pasaran termurah. Sebab, 82% netizen Indonesia mengatakan bahwa teknologi bisa membantu mereka memilih produk-produk dengan harga termurah.
Banyak online shop yang memberikan penawaran menarik. Misalnya voucher belanja, harga produk yang lebih murah, serta variasi produk yang sulit dicari di toko atau mal. Yang terpenting kita harus cermat memilih toko yang berkualitas dan terpercaya. Juga harus berhatihati karena terkadang barang yang ada di website belum tentu sama dengan aslinya.
Presiden Direktur Microsoft Indonesia Andreas Diantoro mengatakan, data penggunaan internet untuk kepentingan ekonomi sejalan dengan tren meningkatnya nilai transaksi e-commerce di Indonesia. Berdasarkan data Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, pada 2013 transaksi e-commerce telah mencapai Rp130 triliun.
Adapun lembaga riset ICD memperkirakan angka tersebut akan terus bertumbuh hingga 42% dari 2012 sampai 2015. ”Pertumbuhan tersebut sangat mungkin terjadi mengingat banyaknya jumlah e-commerce di Indonesia.
Selain berperan penting terhadap ekonomi, teknologi personal juga diyakini membawa pengaruh positif terhadap aspek sosial. Sebanyak 84% pengguna internet di Indonesia setuju bahwa media sosial memiliki dampak yang positif bagi aktivisme sosial.
Begitu banyak gerakan sosial di Indonesia yang semakin berkembang dengan bantuan media sosial. Gerakan-gerakan ini membawa nilai sangat positif karena mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan isu sosial.
Meski demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa saat ini pengguna internet masih khawatir akan keamanan privasi, khususnya ketika perlindungan hukum untuk pengguna teknologi personal dirasa masih kurang bagi masyarakat. Mark Penn, Executive Vice President and Chief Strategy Officer, Microsoft Corp. menilai ada perbedaan pandangan yang signifikan antara negara berkembang seperti Indonesia dengan negara maju.
Pertama, negara berkembang cenderung memiliki ketertarikan tinggi terhadap pemanfaatan teknologi, termasuk dampaknya terhadap ikatan sosial, ekonomi, serta kesehatan pribadi. Sementara negara maju lebih menaruh perhatian terhadap isu-isu yang dapat muncul dengan adanya teknologi.
Kedua, disaat 60% pengguna internet di negara berkembang merasa teknologi personal memiliki manfaat positif terhadap ikatan sosial, negara maju hanya 36% yang merasa seperti itu.
Dalam akhir-akhir ini, teknologi yang pada awalnya diciptakan untuk menghasilkan manfaat positif, di sisi lain juga juga memungkinkan digunakan untuk hal negatif. Karena itu pada makalah ini kami membuat dampak-dampak positif dan negatif dari kemajuan teknologi dalam kehidupan manusia. Berikut dampak positif dan negatif dalam sosial dan ekonomi.
Negatif
Mayoritas netizen menilai, teknologi membantu mereka bekerja dan belajar, juga mempermudah memulai bisnis maupun mencari produk dengan harga termurah ketika akan berbelanja.
Dalam jajak pendapat yang dilakukan mulai dari tanggal 17 Desember 2014 sampai dengan 1 Januari 2015 tersebut sebanyak 85% pengguna internet di Indonesia merasa yakin bahwa teknologi personal mampu membantu inovasi bisnis. 84% juga merasa teknologi personal dibutuhkan untuk memulai bisnis baru, serta 84% yakin teknologi personal dapat meningkatkan peluang ekonomi.
Bisnis online menawarkan berbagai kemudahan. Antara lain tidak perlu modal besar karena sistem transaksinya adalah bayar dulu baru barang dikirim.
Kemudian, promosi pun lebih mudah dilakukan lewat jejaring sosial sebagai platform marketing gratis. ”Bahkan Kepuasan konsumen pun langsung dapat diketahui dari testimoni para pembeli, sehingga menjadi referensi bagi pembeli lain. Dan yang terpenting adalah bisnis ini tidak membutuhkan sewa tempat atau kios.
Bisnis online perorangan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat seiring semakin banyaknya masyarakat yang terjun pada bidang ini. Meski demikian, banyak keluhan minimnya kebijakan atau dukungan pemerintah yang memfasilitasi bisnis online yang sifatnya mandiri/perorangan.
Pertumbuhan e-commerce di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir juga membuat konsumen lebih adaptif untuk misalnya membanding-mandingkan harga barang dan mencari nilai harga pasaran termurah. Sebab, 82% netizen Indonesia mengatakan bahwa teknologi bisa membantu mereka memilih produk-produk dengan harga termurah.
Banyak online shop yang memberikan penawaran menarik. Misalnya voucher belanja, harga produk yang lebih murah, serta variasi produk yang sulit dicari di toko atau mal. Yang terpenting kita harus cermat memilih toko yang berkualitas dan terpercaya. Juga harus berhatihati karena terkadang barang yang ada di website belum tentu sama dengan aslinya.
Presiden Direktur Microsoft Indonesia Andreas Diantoro mengatakan, data penggunaan internet untuk kepentingan ekonomi sejalan dengan tren meningkatnya nilai transaksi e-commerce di Indonesia. Berdasarkan data Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, pada 2013 transaksi e-commerce telah mencapai Rp130 triliun.
Adapun lembaga riset ICD memperkirakan angka tersebut akan terus bertumbuh hingga 42% dari 2012 sampai 2015. ”Pertumbuhan tersebut sangat mungkin terjadi mengingat banyaknya jumlah e-commerce di Indonesia.
Selain berperan penting terhadap ekonomi, teknologi personal juga diyakini membawa pengaruh positif terhadap aspek sosial. Sebanyak 84% pengguna internet di Indonesia setuju bahwa media sosial memiliki dampak yang positif bagi aktivisme sosial.
Begitu banyak gerakan sosial di Indonesia yang semakin berkembang dengan bantuan media sosial. Gerakan-gerakan ini membawa nilai sangat positif karena mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan isu sosial.
Meski demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa saat ini pengguna internet masih khawatir akan keamanan privasi, khususnya ketika perlindungan hukum untuk pengguna teknologi personal dirasa masih kurang bagi masyarakat. Mark Penn, Executive Vice President and Chief Strategy Officer, Microsoft Corp. menilai ada perbedaan pandangan yang signifikan antara negara berkembang seperti Indonesia dengan negara maju.
Pertama, negara berkembang cenderung memiliki ketertarikan tinggi terhadap pemanfaatan teknologi, termasuk dampaknya terhadap ikatan sosial, ekonomi, serta kesehatan pribadi. Sementara negara maju lebih menaruh perhatian terhadap isu-isu yang dapat muncul dengan adanya teknologi.
Kedua, disaat 60% pengguna internet di negara berkembang merasa teknologi personal memiliki manfaat positif terhadap ikatan sosial, negara maju hanya 36% yang merasa seperti itu.
Dalam akhir-akhir ini, teknologi yang pada awalnya diciptakan untuk menghasilkan manfaat positif, di sisi lain juga juga memungkinkan digunakan untuk hal negatif. Karena itu pada makalah ini kami membuat dampak-dampak positif dan negatif dari kemajuan teknologi dalam kehidupan manusia. Berikut dampak positif dan negatif dalam sosial dan ekonomi.
- Bidang Ekonomi
Positif
- Produktifitas dunia industri semakin meningkat. Kemajuan teknologi akan meningkatkan kemampuan produktivitas dunia industri baik dari aspek teknologi industri maupun pada aspek jenis produksi.
- Pertumbuhan ekonomi akan semakin
tinggi.
- Persaingan dalam dunia kerja sehingga menuntut
pekerja untuk selalu menambah skill dan pengetahuan yang dimiliki.
- Semakin maraknya penggunaan TIK akan semakin membuka lapangan pekerjaan.
- Dengan fasilitas pemasangan iklan di
internet pada situs-situs tertentu akan mempermudah kegiatan promosi dan
pemasaran suatu produk.
- Perusahaan dapat menjangkau pasar
lebih luas, karena pembeli yang mengakses internet tidak dibatasi tempat dan
waktu.
- Perusahaan tidak perlu membuka cabang
distribusi.
- Pengeluaran lebih sedikit, karena pegawai tidak banyak.
- Harga barang lebih murah, karena biaya
operasionalnya murah.
- Bisnis yang berbasis TIK atau yang biasa
disebut e-commercedapat mempermudah transaksi-transaksi bisnis
suatu perusahaan atau perorangan.
- Pemanfaatan teknologi untuk membuat layanan baru dalam perekonomian dan bisnis antara lain internet banking, SMS banking, dan e-commerce.
Negatif
- Terjadinya pengangguran bagi tenaga kerja yang tidak mempunyai kualifikasi yang sesuai dengan yang dibutuhkan
- Sifat konsumtif sebagai akibat
kompetisi yang ketat pada era globalisasi akan juga melahirkan generasi yang
secara moral mengalami kemerosotan: konsumtif, boros dan memiliki jalan pintas
yang bermental instant
- Adanya aksi tipu menipu dalam proses
jual beli online yang dapat merugikan beberapa pihak;
- Dengan jaringan yang tersedia seperti
yang terdapat pada beberapa situs yang menyediakan perjudian secara online,
para penjudi tidak perlu pergi ke tempat khusus untuk memenuhi keinginannya
- Resistensi Membeli Secara Online. Bagi orang awam yang belum pernah bertransaksi secara online, akan merasa janggal ketika harus bertransaksi tanpa bertatap muka atau melihat penjualnya. Belum lagi ketakutan bila pembayaran tak terkirim atau tak diterima. Atau barang tak dikirim, atau bahkan barang dikirim tetapi tak diterimamempermudah kegiatan promosi dan pemasaran suatu produk.
2. Bidang Sosial
Positif
- Kemajuan teknologi komunikasi yang
cepat dapat mempermudah komunikasi antar manusia dari suatu tempat ke tempat
yang lain
- Sosialisasi kebijakan pemerintah dapat
lebih cepat disampaikan kepada masyarakat
- Informasi yang ada di masyarakat dapat langsung dipublikasikan dan diterima oleh masyarakat
Negatif
- Dengan makin pesatnya komunikasi
membuat bentuk komunikasi berubah,yang asalnya face to face menjadi tidak. Hal
ini dapat menyebabkan komunikasi hampa
- Seseorang yang terus-menerus bergaul
dengan komputer akan cenderung menjadi seseorang yang individualis
- Dengan pesatnya teknologi informasi,
baik internet maupun media lainnya,membuat peluang masuknya hal-hal yang berbau
pornografi,pornoaksi,maupun kekerasan makin mudah
- Interraksi anak dan computer yang bersifat
satu (orang) menhadap satu (mesin) mengakibatkan anak menjadi tidak cerdas
secara sosial
- Remerosotan moral di kalangan warga masyarakat, khususnya di kalangan remaja dan pelajar. Kemajuan kehidupan ekonomi yang terlalu menekankan pada upaya pemenuhan berbagai keinginan material, telah menyebabkan sebagian warga masyarakat menjadi "kaya dalam materi tetapi miskin dalam rohani
Source:
Dampak Internet Terhadap Pertumbuhan Sosial dan Ekonomi di Indonesia
Reviewed by Zroodz
on
Maret 30, 2019
Rating:
Tidak ada komentar: